Seputar Rutinitas: Antara Sirine Pabrik dan Notifikasi Ponsel

Setiap pagi, saya bangun bukan karena alarm, melainkan deru motor tetangga yang berangkat ke pabrik. Di sela kebisingan itu, tangan sudah menjangkau ponsel. Tanpa sadar, setengah jam habis buat scrolling. Fenomena inilah yang belakangan sering saya pikirkan: seputar perubahan kebiasaan kita terhadap waktu luang.
Seputar Layar dan Kehilangan Waktu
Di Pulaumusala, tempat tinggal saya, perubahan ini terasa nyata. Dulu, waktu luang diisi dengan ngobrol di teras atau main kartu. Sekarang? Begitu ada jeda—entah menunggu jemuran kering atau antre di warung—orang langsung meraih ponsel. Saya lihat teman-teman di warung kopi lebih sibuk dengan layar daripada saling bicara. Mereka bilang cuma "sebntar", tapi satu jam melayang tanpa obrolan berarti.
Saya bukan orang yang anti teknologi. Justru saya merasa lucu: kita punya alat yang bisa menghubungkan ke seluruh dunia, tapi malah bikin lupa sama orang di samping. Rutinitas ini seperti lingkaran setan. Bangun, buka ponsel, scroll, kerja sambil notifikasi bunyi, tidur dengan ponsel di samping bantal. Semua serba seputar layar.
Yang menarik, banyak yang sadar akan hal ini tapi tetap melakukannya. Saya sendiri sering merasa bersalah setelah menghabiskan satu jam nonton video receh. Tapi saya juga sadar, ini bukan sekadar masalah kemalasan. Ada sesuatu yang bikin video pendek itu candu, bangeet. Mungkin karena algoritma yang pintar, atau karena kita butuh pelarian dari hiruk pikuk pabrik dan tagihan.
Fenomena ini ngga cuma terjadi di kota besar. Di tempat saya, warung kopi mulai ramai lagi, tapi diam-diam. Orang datang, duduk, buka ponsel, pesan kopi, lalu sibuk sendiri. Kadang ada yang ketawa sendiri nonton video, kadang ada yang serius membaca berita. Semua dalam satu ruangan tapi seperti di dunia masing-masing.
Mungkin yang perlu kita tanyakan bukan bagaimana berhenti, tapi apa yang kita cari dari layar itu. Entah hiburan, pelarian, atau sekadar kebiasaan. Menurut Wikipedia, perilaku ini disebut doomscrolling, kebiasaan menggulir layar tanpa henti. Seputar itu, saya sendiri masih mencari jawabannya. Tapi satu hal yang saya tahu: pagi hari akan tetap dimulai dengan suara motor, dan ponsel akan tetap menyala. Sulit rasanya mengembaliin waktu yang sudah terlewat.

Sumber lanjutan: sumber resmi